Gerakan 30 September 1965 Menurut Pandangan Saya
Saya kebetulan mendapatkan pendidikan formal dasar saat rezim militer Soeharto berjaya. Seingat saya, waktu jaman saya SD sudah tiga kali wakil presiden berganti, Sudharmono, Try Soetrisno, dan BJ Habibi; presidennya tentu saja tetap "The Great" Soeharto. Generasi saya bisa dibilang generasi "sial", mendapatkan pengetahuan sejarah yang cenderung konspiratif, penuh doktrin-doktrin hitam, banyak fakta yang diputar-balikkan, atau ditutup-tutupi.
Salah satu sejarah yang saya maksud adalah Gerakan 30 September (G 30 S), jaman Soeharto dulu kita menyebutnya G 30 S/PKI--dimana Soeharto sukses mendoktrin sebagian besar rakyat Indonesia dengan teror film G 30 S/PKI yang diputar setiap tanggal 30 September itu--; pasca reformasi tuduhan terhadap PKI dihilangkan berdasarkan fakta-fakta sejarah yang mengungkapkan bahwa ada beberapa kemungkinan "dalang" dibalik tragedi kemanusiaan ini, diantaranya CIA, Soekarno, PKI, atau bahkan Soeharto dan antek-antek militer-nya.
Sebelum saya bahas perlu diketahui bahwa baya bukan seorang Komunis, dan walaupun saya pemuja Soekarno, saya bukan Soekarnois. Saya membaca Marx, Nietzsche, Camus, tidak lantas kemudian menjadi seorang Marxis, Nietzschean, atau Camus-ean (atau Camus-is), walaupun saya menggemari mereka. Saya seorang individualis; tidak berdiri dan bergantung atas apapun. Tapi kalau ditanya "pilih sosialis atau kapitalis", "Uni Sovyet atau Amerika"; saya pilih sosialis, dan Uni Sovyet tentu saja. Bangsa Indonesia ini sejak jaman pra-sejarah sudah dikenal sebagai bangsa yang komunal, kolektif, gotong royong; kapitalisme sama sekali tidak cocok diterapkan di Indonesia, menurut saya.
Fakta sejarah G 30 S sampai saat ini masih misteri, beberapa sejarawan beranggapan berbeda, sejarah begitu sangat subjektif. Saya cenderung tidak percaya Partai Komunis Indonesia (PKI) dan atau Soekarno menjadi dalang peristiwa ini.
Pertama, PKI adalah partai terbesar di Indonesia ketika itu, dan partai komunis terbesar di dunia (diluar Soviet dan China); memiliki anggota 3,5 juta ditambah kekuatan pemuda dan gerakan wanita. Bahkan beberapa seniman ternama juga sempat menjadi anggota PKI ketika itu. Saya pikir tidak mungkin rasanya mereka melakukan tindakan bodoh yang akan menghilangkan simpati rakyat.
Kedua, kalau memang benar peristiwa itu adalah kudeta yang terencana, mengapa anggota PKI yang ditangkapi (kemudian diadili tanpa persidangan, bahkan dibunuh) setelah peristiwa itu tidak melakukan perlawanan. Toh, kalau memang benar peristiwa G 30 S adalah percobaan kudeta, mengapa anggota PKI yang jumlahnya jutaan itu tidak bersiap-siap untuk melawan, atau setidaknya mempersenjatai diri.
Ketiga, Soekarno dihormati oleh dunia Internasional karena telah berhasil mempersatukan tiga konsepsi besar di Indonesia, yaitu Nasionalis, Agama, dan Komunis. Kita semua tahu bahwa Soekarno adalah seseorang yang sangat menjunjung tinggi "harga diri"; tidak mungkin rasanya beliau mendalangi peristiwa yang akan menghancurkan nama baiknya di mata dunia.
Menurut saya, sementara ini, Soeharto dan antek-antek militer-nya yang jelas-jelas anti-Soekarno bekerja sama dengan CIA yang tidak suka Indonesia didominasi kekuatan Komunis, melakukan pembunuhan terhadap pejabat penting di Militer, dan menuduhkannya kepada PKI. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa ada dokumen nama-nama anggota PKI yang harus ditangkap oleh angkatan bersenjata yang dikeluarkan oleh CIA.
Soeharto sukses besar; kekuatan militernya berhasil melemahkan popularitas Soekarno yang sudah sangat menurun. Supersemar disalahgunakan, legislatif diganti oleh antek-antek militer-nya, dan Soekarno sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi karena kekuatannya sudah melemah. Serta merta negara Indonesia berubah menjadi negara yang militeristik; investasi asing yang dahulu ditolak Soekarno mulai masuk dan mendominasi perekonomian Indonesia hingga saat ini. Sosialisme hancur sama sekali, kapitalisme merajalela. Setelah 32 tahun baru terbongkar boroknya.
Anehnya, samapai sekarang masih saja banyak orang yang masih mempercayai doktrin-doktrin orde baru. Komunisme begitu ditakuti seperti halnya gendurewo atau sundel bolong.
Gerakan 30 September 1965 Menurut Pandangan Saya
bayugenia berkhotbah @ 02:54 pm